Mentor Berpengalaman, Lulusan Berkualitas: VISILAB Academy Cetak Lulusan PPR Kompeten & Profesional
Keselamatan kerja di bidang radiologi adalah prioritas utama. Paparan radiasi yang tidak terkendali dapat berdampak pada kesehatan tenaga medis maupun pasien. Oleh karena itu, Petugas Proteksi Radiasi (PPR) memegang peranan penting untuk memastikan standar keselamatan radiasi selalu diterapkan dengan benar.
Keselamatan kerja di bidang radiologi adalah prioritas utama. Paparan radiasi yang tidak terkendali dapat berdampak pada kesehatan tenaga medis maupun pasien. Oleh karena itu, Petugas Proteksi Radiasi (PPR) memegang peranan penting untuk memastikan standar keselamatan radiasi selalu diterapkan dengan benar.
Menjawab kebutuhan ini, VISILAB Academy resmi membuka Batch 1 Pelatihan PPR Medikal TK. II (Radiologi Diagnostik & Intervensional) di Pekanbaru, Riau. Program ini juga mencakup ujian lisensi SIB PPR oleh Bapeten, menjadikannya salah satu program pelatihan paling lengkap di Indonesia, sekaligus yang pertama kali hadir di Sumatera.
Mengapa Pelatihan PPR penting?
Setiap rumah sakit dan klinik yang memiliki peralatan radiologi wajib memiliki Petugas Proteksi Radiasi (PPR) sesuai regulasi Bapeten. PPR berfungsi untuk:
- Mengawasi penggunaan radiasi agar sesuai standar keselamatan.
- Melindungi tenaga medis, pasien, dan lingkungan dari paparan radiasi berlebih.
- Menjamin fasilitas kesehatan mematuhi peraturan nasional mengenai proteksi radiasi.
Tanpa keberadaan PPR bersetifikat, penggunaan alat radiologi berisiko tidak aman dan dapat menyalahi aturan Bapeten.
Keunggulan pelatihan PPR di Visilab Academy
VISILAB Academy hadir dengan pendekatan yang berbeda, mengutamakan kualitas pengajar dan pengalaman belajar peserta. Berikut beberapa keunggulannya:
a. Pengajar Berkompeten & Profesional
Peserta akan dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman sesuai dengan bidangnya, yang tidak hanya menguasai teori proteksi radiasi, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan. Hal ini memastikan materi disampaikan dengan cara praktis, aplikatif, dan mudah dipahami.
b. Materi Terkini & Relevan
Seluruh modul pelatihan disusun dengan mengikuti perkembangan terbaru di bidang radiologi diagnostik & intervensional. Peserta akan mendapatkan pengetahuan up-to-date yang langsung bisa diterapkan di fasilitas kesehatan.
c. Hand-on Training di Rumah Sakit
Tidak hanya belajar di kelas, peserta juga terjun langsung ke RS Swasta Pekanbaru didampingi oleh petugas PPR berpengalaman dalam bidang radiasi untuk praktik nyata. Pendeketan ini membuat peserta lebih siap saat bekerja di lingkungan klinis.
d. Sertifikat Resmi & Lisensi Bapeten
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat resmi VISILAB Academy. Selain itu, program ini juga memfasilitasi ujian lisensi SIB PPR oleh Bapeten, sehingga kompetensi peserta diakui secara nasional.
e. Konsultasi & Pendampingan
VISILAB Academy memberikan konsultasi gratis, pendalaman materi, serta simulasi ujian oleh pengajar profesional. Peserta mendapatkan pendampingan intensif hingga lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi ujian lisensi.
Tertarik dengan Produk Kami?
Konsultasi gratis dengan tim ahli kami untuk solusi alat kesehatan terbaik
Artikel Terkait
Pentingnya Pembimbingan Pengurusan Izin Penggunaan Alat di BALIS
Melihat masih banyak fasilitas kesehatan yang mengalami kesulitan dalam proses pengurusan izin, PT. Visi Yosindo Medikal bersama VISILAB menghadirkan kegiatan Webinar Pembimbingan Pengurusan Izin Penggunaan Alat di BALIS.
Persyaratan SDM & KBLI pada Radiologi Veteriner: Panduan Lengkap Pengelolaan Layanan Radiologi Hewan
penggunaan pesawat sinar-X pada fasilitas veteriner tidak dapat dilakukan tanpa memenuhi persyaratan regulasi. Berdasarkan Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2020 tentang Keselamatan Radiasi dalam Radiologi Diagnostik dan Intervensional, terdapat ketentuan khusus yang membedakan fasilitas radiologi hewan dengan fasilitas radiologi manusia, yaitu KBLI dan komposisi SDM pengelola radiasi.
Webinar Pembimbingan Pengurusan Izin Impor Alat Radiasi di BALIS BAPETEN
banyak perusahaan mengalami penolakan pengajuan izin impor karena berbagai kendala, seperti kesalahan format dokumen, kurangnya pemenuhan persyaratan teknis, atau ketidaktepatan dalam mengikuti alur resmi pengajuan melalui sistem BALIS BAPETEN. Ketidaksepahaman ini sering menyebabkan proses impor menjadi tertunda, meningkatkan biaya operasional, hingga menghambat distribusi barang ke fasilitas pelanggan