Radiasi Pengion dan Risiko Kanker: Mengapa Proteksi Sangat Penting di Dunia Radiologi
Apa Itu Radiasi Pengion?
Radiasi pengion adalah jenis radiasi yang memiliki energi cukup tinggi untuk memutus ikatan molekul DNA dalam sel manusia. Jenis radiasi ini mencakup sinar-X, sinar gamma, dan partikel radioaktif seperti alfa dan beta. Radiasi pengion banyak dimanfaatkan dalam dunia medis, terutama untuk diagnostik radiologi seperti X-ray, CT scan, dan fluoroskopi. Namun di balik manfaat besar ini, ada risiko tersembunyi yang perlu dipahami dengan serius.
Bagaimana Radiasi Pengion Dapat Memicu Kanker?
Peneliatian David J Brenner Cancer risks attributable to low doses of ionizing radiation: Assessing what we really know menjelaskan bahwa bahkan dosis rendah radiasi pengion dapat meningkatkan risiko kanker, tergantung pada frekuensi dan lamanya paparan. Prosesnya terjadi dalam beberapa tahap :
-
- Kerusakan DNA
Saat sinar-X atau radiasi pengion menembus tubuh, energi tinggi tersebut memutus rantai DNA. Kerusakan ini bisa mengubah struktur genetik sel. - Pembentukan Radikal Bebas
Dalam hitungan detik, terbentuk ribuan radikal bebas yang menyerang jaringan sehat di sekitar area yang terpapar radiasi. - Mutasi Sel
Jika sel gagal memperbaiki DNA dengan sempurna menyebabkan mutasi genetik. Mutasi inilah yang dapat mengubah sel normal menjadi sel ganas (kanker). - Efek Jangka Panjang
Efek kerusakan DNA tidak langsung terasa. Namun setelah bertahun-tahun, risiko munculnya kanker akan meningkat. Seperti kanker tiroid, leukemia, kanker payudara, atau kanker paru-paru.
- Kerusakan DNA

Apa Artinya Bagi Tenaga Kesehatan dan Pelayanan Radiologi?
Sebagai tenaga kesehatan di bidang radiologi, penting untuk memahami bahwa paparan sinar-X dan radiasi medis bukan tanpa risiko. Terlebih jika dilakukan berulang kali atau tanpa perlindungan yang tepat.
Berikut tiga prinsip utama proteksi radiasi yang wajib diterapkan di setiap instalasi radiologi :
-
- Waktu (Time)
Kurangi waktu paparan serendah mungkin tanpa mengurangi kualitas hasil pemeriksaan. - Jarak (Distance)
Jaga jarak aman dari sumber radiasi. Semakin jauh jaraknya, semakin kecil dosis yang diterima. - Proteksi Radiasi
Gunakan Proteksi radiasi (Apron Body, Head Shield, Thyroid Shield, Hand Glove, Protective Eyewear, Shielding Door) untuk mencegah paparan radiasi hambur.
- Waktu (Time)
Kepatuhan Protokol: Kunci Pencegahan Kanker Akibat Radiasi
Proteksi tidak akan efektif tanpa edukasi dan disiplin prosedur.
Pastikan seluruh tim radiologi memahami :
- Dosis dan frekuensi paparan sinar-X yang aman.
- Prosedur pemakaian APD radiasi yang benar.
- Pemeriksaan dan kalibrasi alat X-ray secara berkala.
- Penerapan uji kesesuaian dan uji paparan oleh lembaga berizin.
Lindungi Diri, Lindungi Pasien
Radiasi pengion memberikan manfaat besar dalam dunia medis, Namun tanpa proteksi dan edukasi, risikonya bisa mematikan.
Sebagai penyedia solusi radiologi dan proteksi radiasi terpercaya, PT. Visi Yosindo Medikal berkomitmen menyediakan alat X-ray, APD Proteksi Radiasi, dan layanan Uji Kesesuaian dan Uji Paparan yang sesuai standar keselamatan nasional.
Pastikan instalasi radiologi Anda memenuhi protokol proteksi demi keamanan tim dan pasien dari bahaya kanker akibat paparan radiasi.
Pekanbaru, Indonesia


Leave a Reply