Implementasi Proteksi dan Keselamatan Radiasi bagi Petugas Medis di Rumah Sakit dan Klinik

·

·

,

Penggunaan radiasi pengion, khususnya sinar-X, telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia medis modern. Pemeriksaan radiologi seperti X-ray, fluoroskopi, CT Scan, hingga tindakan intervensi sangat membantu dalam menegakkan diagnosis. Namun di balik manfaat besar tersebut, terdapat risiko paparan radiasi yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi petugas medis yang bekerja langsung dengan peralatan radiologi.

Oleh karena itu, penerapan proteksi dan keselamatan radiasi menjadi aspek krusial yang wajib dipahami dan diterapkan secara konsisten di rumah sakit maupun klinik.


Mengapa Proteksi dan Keselamatan Radiasi Sangat Penting?

Paparan radiasi yang diterima tenaga medis secara terus-menerus, meskipun dalam dosis rendah, dapat menimbulkan efek kesehatan jangka panjang. Beberapa risiko paparan radiasi meliputi:

  • Kerusakan sel dan jaringan tubuh
  • Peningkatan risiko kanker dalam jangka panjang
  • Gangguan reproduksi dan genetik
  • Efek deterministik seperti katarak dan kerusakan kulit pada paparan tertentu

Tanpa sistem proteksi yang baik, risiko ini dapat meningkat dan berdampak pada keselamatan tenaga kesehatan serta mutu layanan fasilitas kesehatan secara keseluruhan.

Regulasi Keselamatan Radiasi di Indonesia

Di Indonesia, penerapan keselamatan radiasi diatur secara ketat oleh BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir). Setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang menggunakan sumber radiasi wajib:

  • Memenuhi standar proteksi radiasi sesuai regulasi
  • Menyediakan APD proteksi radiasi yang sesuai
  • Memastikan tenaga medis memiliki kompetensi dan pemahaman keselamatan radiasi
  • Melakukan pemantauan dosis radiasi secara berkala

Ketidakpatuhan terhadap regulasi ini tidak hanya berisiko terhadap kesehatan, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi fasilitas kesehatan.

Tantangan Implementasi di Rumah Sakit dan Klinik

Dalam praktiknya, masih banyak fasilitas kesehatan yang menghadapi tantangan dalam penerapan proteksi radiasi, antara lain:

  • Kurangnya pemahaman tenaga medis mengenai prinsip keselamatan radiasi
  • Penggunaan APD yang tidak sesuai standar (Apron Body, Thyroid Shield, Head Shield, hand gloves, protective eyewear)
  • Minimnya sosialisasi regulasi terbaru

Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi tenaga medis dan pengelola fasilitas kesehatan.

Webinar Peningkatan Keselamatan Radiasi

Menjawab kebutuhan tersebut, PT. Visi Yosindo Medikal menyelenggarakan webinar

“Implementasi Proteksi dan Keselamatan Radiasi Petugas Medis di Lingkup Rumah Sakit dan Klinik”

Webinar ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai:

  • Prinsip dasar proteksi radiasi
  • Implementasi keselamatan radiasi sesuai regulasi
  • Peran tenaga medis dalam meminimalkan risiko paparan
  • Penerapan proteksi radiasi yang efektif di lingkungan kerja sehari-hari

Manfaat Mengikuti Webinar Ini

Dengan mengikuti webinar ini, peserta akan mendapatkan:

  • Pemahaman praktis dan aplikatif tentang keselamatan radiasi
  • Edukasi sesuai regulasi dan standar nasional
  • Peningkatan kesadaran akan pentingnya proteksi diri
  • E-Certificate sebagai bukti partisipasi webinar

Webinar ini sangat relevan bagi radiografer, dokter, perawat, tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, hingga pihak klinik yang menggunakan peralatan radiologi.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *