Proteksi Radiasi: Pentingnya Keselamatan Pasien, Pekerja, dan Lingkungan

·

·

Proteksi Radiasi: Pentingnya Keselamatan Pasien, Pekerja, dan Lingkungan

Pemeriksaan modern seperti Rontgen, CT-scan, Fluoroscopy, Cat Lab sudah menjadi bagian penting dalam dunia medis. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat kondisi tubuh dengan lebih jelas sehingga proses diagnosis bisa dilakukan lebih cepat dan akurat. Namun, di balik manfaat besar tersebut, ada risiko paparan radiasi yang perlu dikelola dengan baik.

Inilah mengapa proteksi radiasi menjadi aspek yang sangat penting  tidak hanya untuk pasien, tetapi juga tenaga medis dan masyarakat sekitar.

Apa Itu Paparan Radiasi?

Radiasi terbagi dalam dua kategori besar:

  • Paparan kerja – dialami tenaga medis atau pekerja yang sehari-hari berhadapan dengan peralatan radiasi, seperti radiografer, fisikawan medis, atau dokter spesialis radiologi.
  • Paparan medik – dialami pasien saat menjalani pemeriksaan atau pengobatan menggunakan radiasi, misalnya CT-scan atau radioterapi

Pada paparan kerja, fokus utama proteksi adalah memastikan dosis yang diterima tidak melampaui batas aman. Sementara pada paparan medik, fokusnya adalah memastikan manfaat klinis lebih besar daripada risiko yang ditimbulkan.

Prinsip Dasar Proteksi Radiasi

Ada tiga prinsip utama yang diakui secara internasional (ICRP, IAEA) dan juga oleh BAPETEN di Indonesia:

  1. Justifikasi – setiap penggunaan radiasi harus memiliki manfaat medis yang lebih besar daripada risikonya.
  2. Optimisasi (ALARA) – paparan harus ditekan serendah mungkin (As Low As Reasonably Achievable).
  3. Batas Dosis – pekerja radiasi memiliki ambang paparan tahunan yang tidak boleh dilampaui.

Strategi yang digunakan mencakup pengaturan waktu, menjaga jarak, penggunaan pelindung, serta pemantauan dosis rutin.

 

Bukti Penelitian di Indonesia

Beberapa penelitian terbaru menegaskan betapa pentingnya proteksi radiasi:

  • RSUD Sanjiwani, Gianyar (2023)
    Dalam penelitian Analysis of Radiation Dose Received by Radiation Workers With Physical and Biological Dosimeters in The Radiology Unit of Sanjiwani Hospital (2023) Ditemukan bahwa tenaga medis memang menerima paparan radiasi, namun dosisnya masih jauh di bawah ambang batas aman. Hal ini menunjukkan bahwa proteksi radiasi berjalan efektif
  • RSUD dr. R. Soetijono Blora (2024) 

Dalam penelitian Studi kasus penerapan proteksi radiasi terhadap pasien di instalasi Radiologi RSUD dr.R Soetijono Blora (2024) Ditemukan bahwa, prinsip proteksi radiasi sudah dijalankan cukup baik, tetapi ditemukan perlengkapan proteksi seperti sarung tangan Pb dan kacamata Pb belum tersedia secara lengkap. Hal ini menunjukkan masih adanya celah yang harus diperbaiki agar perlindungan maksimal

  • BATAN Serpong (2017)
    Hubungan Antara Perilaku PPR dan Dosis Radiasi Pekerja di Pusat Teknologi Radioisotop (2017). Studi menunjukkan pekerja dengan pemahaman dan praktik proteksi yang baik menerima dosis radiasi lebih rendah dibanding mereka yang tidak disiplin. Artinya, edukasi dan pelatihan berperan besar dalam keselamatan pekerja

Apa Artinya untuk Masyarakat?

Sebagian orang masih merasa cemas ketika dokter menyarankan pemeriksaan radiologi seperti Rontgen, CT-scan, Fluoroscopy, Cat Lab, dll. Kekhawatiran ini wajar, karena kata “radiasi” sering terdengar menakutkan. Namun, penting untuk dipahami bahwa dengan penerapan proteksi radiasi yang tepat, risiko yang diterima pasien sebenarnya sangat kecil dan jauh di bawah batas berbahaya.

Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui masyarakat:

  • Pemeriksaan radiologi aman bila dilakukan di fasilitas kesehatan resmi. Semua prosedur dilakukan dengan pengawasan Petugas Proteksi Radiasi (PPR) yang bertugas memastikan keselamatan pasien.
  • Alat pelindung tersedia untuk mengurangi paparan yang tidak perlu. Misalnya apron body, thyroid shield, head shield, protective eyewear, hand glove, yang digunakan sesuai kebutuhan pasien.
  • Keselamatan pasien terus menjadi prioritas. Prosedur radiologi diatur oleh regulasi nasional (BAPETEN) dan internasional (IAEA), serta didukung edukasi berkelanjutan bagi tenaga medis.

Dengan kata lain, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Proteksi radiasi dirancang agar manfaat pemeriksaan medis tetap maksimal, sementara risikonya ditekan seminimal mungkin.

en, Pekerja, dan Lingkungan



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *